Kamis, 24 April 2014

Kepariwisataan

Kewirausahaan

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kewirausahaan, lebih baik kita mengenal apa itu kewirausahaan terlebih dahulu…

                Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi, kewirausahaan berasal dari bahasa perancis (Entrepreneurship) yang berarti perantara.

Dan ada pula yang namanya wirausahaan, apa itu wirausahaan, Wirausahaan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Dan ada pula 3 jenis perilakunya yaitu:

 a. Memulai inisiatif 
 b. Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis.
 c. Diterimanya resiko dan kegagalan
·         

Kunci terpenting untuk menjadi seorang kewirusahaan adalah inovasi

dan ada pula macam-macam karakteristik wirausahaan menurut Mc Clelland yaitu:
1. Keinginan untuk berprestasi
2. Keinginan untuk bertanggung jawab
3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5. Rangsangan oleh umpan balik
6. Aktivitas energik
7. Orientasi ke masa depan
8. Keterampilan dalam pengorganisasian
9. Sikap terhadap uang 

karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi)
·         Kemampuan inovatif
·         Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
·         Keinginan untuk berprestasi
·         Kemampuan perencanaan realistis
·         Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
·         Obyektivitas
·         Tanggung jawab pribadi
·         Kemampuan beradaptasi
·         Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), kebutuhan berafiliasi (n Afill) dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)

Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
1.  Kebutuhan akan sumber penemuan
          2. Hobi atau kesenangan pribadi
3.  Mengamati kecenderungan-kecenderungan
          4. Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
5. Mengapa tidak terdapat ?
6.  Kegunaan lain dari barang-barang biasa
7. Pemanfaat produk dari perusahaan lain

Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi
Unsur dasar analisa pulang pokok :
A.  Biaya tetap
B.  Biaya variabel
C. Biaya total
D. Pendapatan total
E. Keuntungan
F.  Kerugian
G. Titik pulang pokok

Pengertian hak guna paten : pengaturan secara formal dalam suatu hubungan / cara bisnis, dimana perusahaan franchise (pemilik hak guna paten) memberi hak istimewa kepada franchisee (perusahaan pengguna hak guna paten), untuk menggunakan nama, logo, produk, prosedur operasi, dsb.

Hak guna paten : persetujuan dimana perusahaan atau distributor tunggal dari produk yang mempunyai merek dagang memberikan hak eksklusif kepada perusahaan, distributor atau pengecer independen dengan imbalan pembayaran royalti dan menyesuaikan diri dgn prosedur operasi standar.

Resiko Investasi Dalam Usaha Franchising...

Perusahaan franchisee menghadapi resiko yang relatif lebih rendah (lebih terukur).

Perusahaan franchisee dibebani :
a.Pajak.
b.pembayaran royalti.
c.kurang bebas dalam pengelolaan/pengoperasian.
d.perusahaan Franchisor (pemilik hak guna paten) mungkin bertindak sebagai penyalur tunggal dari beberapa perlengkapan. 

Jenis-jenis hak guna paten (franchise) :
1.Franchise untuk mendistribusikan hasil produksi.
2.Franchise yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dll.
3.Franchise yang menawarkan jasa seperti agen pribadi, konsultasi pajak dan real estate.

Pemasaran Langsung adalah proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan, melalui berbagi media

Teknik alternatif pemasaran langsung :
1.. Periklanan terklasifikasi
2  Periklanan display
3.  Kiriman pos langsung
4.  Katalog penjualan
5. Pemasaran tanggapan langsung media

Bentuk kepemilikan perusahaan :
·         A.Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)
     Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang.
     Pemilik tidak perlu membagi laba.
·         B. Kongsi
     Ada perjanjian tertulis.
     Dimiliki 2 orang atau lebih.
     Umur perusahaan terbatas.
     Pemilikan bersama atas harta.
     Ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba.
·         C. Perusahaan Perseroaan.
     Perusahaan dengan badan hukum.
     Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimiliki.
     Pemilikan dapat berpindah tangan.
     Eksitensi relatif lebih stabil/permanen.

3 alternatif dalam berakhirnya usaha

Alternatif penyelesaian kepailitan :
a.       LIKUIDASI
b.      REORGANISASI
c.       RESCHEDULING


KEPAILITAN
Suatu kondisi dimana sebuah institusi bisnis tidak mampu menutupi kewajiban jangka pendeknya

TANDA-TANDA KEPAILITAN
•          Kelalaian manajemen keuangan sehingga tidak dapat menjelaskan tentang
               Pembelanjaan keuangan perusahaan
•          Pimpinan tidak bisa mendokumentasikan dan menjelaskan transaksi besar
•          Pelanggan diberi potongan harga tinggi untuk memperbaiki arus kas yang
                buruk
•          Kontrak bisnis yang masuk dibawah jumlah standar untuk hasilkan kas
•          Bank meminta pelunasan hutang-hutangnya
•          Orang-orang kunci bisnis meninggalkan perusahaan
•          Kurangnya bahan mentah untuk menutupi pesanan
•          Pajak upah dan gaji tidak dibayarkan


Referensi : http://ashur.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.1


RAMDAN RIVANTO
2SA05
15612991










Sabtu, 11 Januari 2014

TUGAS 8



TUGAS 8

AGAMA & MASYARAKAT
    1.       Fungsi agama dalam masyarakat
Fungsi Agama dalam Masyarakat meliputi :
1. Sumber pedoman hidup
2. Mengatur tata cara hubungan manusia dengan tuhannya ataupun manusia dengan manusia
3. Tuntunan tentang kebenaran atau kesalahan
4. Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
5. Pedoman untuk menanamkan keyakian
6. Pedoman keberadaan
7. Pengungkapan estetika (keindahan)
8. Pedoman untuk rekreasi dan hiburan
9. Memberikan identitas pada manusia sebagai umat suatu agama
Analisis : Agama adalah pedoman bagi semua manusia dan petunjuk hidup untuk menjalani hidup lebih baik

     2.       Konfilk yang ada dalam agama dan masyarakat
Bentrokan antara warga Sukorejo Kendal dengan anggota FPI yang berakhir ricuh dan melukai 4 orang warga dan 1 polisi

Analisis : konflik masyarakat dan agama di indonesia seharusnya di tegaskan oleh pemerintah agar agama tidak disalahgunakan.

http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-warga-soal-bentrokan-dengan-fpi-yang-menewaskan-1-orang.html
http://kanissaputri.blogspot.com/2013/01/fungsi-agama-dalam-masyarakat.html

TUGAS 7



TUGAS 7

Ilmu pengetahuan teknologi dan kemiskinan
     1.      Kasus indonesia antara australia tentang penyadapan kepada presiden SBY  dan pejabat penting lainnya yang di karenakan atas dasar keamanan negara pasca pengeboman di dua hotel di Jakarta pada Juli 2009 lalu dan masih buronnya Noordin M Top dan keingin tahuan hubungan istana dan kelompok islam di indonesia, dan tidak ketinggalan ibu Ani Yudhoyono pun ikut disadap oleh australia
Analisis : dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat banyak dari para user menggunakannya untuk kepentingan individu atau kelompok dan dengan teknologi yang sudah semakin canggih apapun bisa dilakukan dengan sangat mudah, dan hal yang sangat mungkin bahwa indonesia dapat disadap oleh australia dengan alasan keamanan negara.
    2.       Peran teknologi dalam mengatasi kemiskinan
Saat ini, apresiasi masyarakat umum akan potensi IPTEK sebagai alat bantu untuk mengurangi kemiskinan masih sangat rendah. Kesadaran akan potensi IPTEK untuk penanggulangan kemiskinan harus ditingkatkan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan (terutama stakeholders). Masing-masing stakeholders melaksanakan peran yang dapat dilakukannya. Lebih jauh, pendekatan ini diharapkan dapat menggugah kaum miskin itu sendiri agar mereka sadar akan eksistensi dan dapat merasakan manfaat atau keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan IPTEK. Karena itu, membangun kesadaran dan meningkatkan partisipasi masyarakat akan manfaat IPTEK perlu dilakukan secara kolektif, simultan dan terus-menerus di setiap lapisan masyarakat. Peningkatan kesadaran ini dilakukan melalui penyelenggaraan aktivitas seperti seminar, media massa, focus group discussion, dan lain-lain. Di tingkat masyarakat, peningkatan kesadaran ini dapat dilakukan melalui pertemuan dengan masyarakat desa yang dilakukan sejak awal. Selain itu, pemerintah juga dapat bekerja sama dengan pihak swasta dan perguruan tinggi terkait, guna menyelenggarakan seminar-seminar yang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk berbagai bidang, seperti pendidikan, pertanian, perindustrian dan perdagangan.
Dalam konteks pengentasan kemiskinan, mengembangkan SDM merupakan program utama pembangunan. Dipercaya bahwa rendahnya inisiatif masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan dengan cara mereka sendiri adalah salah satu faktor penghambat pembangunan. Rendahnya inisiatif ini terjadi antara lain karena masyarakat tidak berdaya. Masyarakat akan lebih berdaya apabila mereka berhasil mengembangkan kemampuannya. IPTEK dapat memberikan sumbangan untuk mempercepat proses pengembangan kemampuan tersebut, baik itu proses pembelajaran formal maupun pelatihan. Dalam proses pembelajaran, teknologi informasi dapat berperan dalam proses pembelajaran jarak jauh. Proses pembelajaran jarak jauh juga dapat dimanfaatkan untuk proses pelatihan bagi berbagai kelompok masyarakat, misalnya usaha kecil dan menengah.
Dengan demikian, terlihat jelas bahwa teknologi juga memiliki peranan penting dalam mengentaskan kemiskinan, terutama di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah bisa menggunakan teknologi sebagai strategi dan teknik untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang ada. Sehingga, tidak hanya kemiskinan yang dapat teratasi, tetapi juga dapat membantu peningkatan kualitas SDM yang ada di Indonesia, yang mana implikasi akhirnya dalam membantu proses pembangunan di Indonesia. 

Analisis : perkembangan IPTEK memang sudah sangat berkembang di indonesia dan perkembangan IPTEK memang harus di kembangkan oleh semua kalangan terutama kaum miskin agar dapat menambah ilmu pengetahuan dan membuat sesuatu hal yang berguna bagi mereka sendiri dan indonesia.

http://kalas-9292.blogspot.com/2012/05/strategi-dan-teknik-untuk-pengentasan.html
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/466609-alasan-utama-kenapa-australia-sadap-ani-yudhoyono

Rabu, 20 November 2013

Tugas 6

Tugas  6
Masyarakat Pedesaan & Masyarakat Perkotaan
1.      MASYARAKAT
Ø  Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Ø  Syarat-syarat menjadi masyarakat
1. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
2. telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu
3. adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.
Ø  Tipe-tipe Masyarakat
-          Adanya sekumpulan banyak orang
-          Menetap di daerah tertentu dalam jangka waktu yang lama
-          Adanya sikap peduli untuk menolong orang lain
-          Menciptakan kerukunan
-          Melakukan kerja bakti bersama-sama
-          Terciptanya komunikasi yang baik antar sesame
2.      Masyarakat Perkotaan
Ø  Masyarakat Perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan
Ø  Ciri-ciri masyarakat kota :
1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
2. orang kota paa umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu
3. pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
4. kemungkinan-kemungkinan  untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
5. interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
6. pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
7. perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

3.      Masyarakat Pedesaan
Ø  Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemeritnahan sendiri.
Ø  Ciri-ciri Desa :
1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antra ribuan jiwa
2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuaan terhadap kebiasaan
3. Cara berusaha (ekonomi) aalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti : iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Ø  Ciri-ciri masyarakat pedesaan :
1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
4.      Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan :
Ø  Masyarakat perkotaan
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
Ø  Masyarakat Pedesaan
1.      Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
2.      Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
3.      Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
5.      Hubungan Desa dan Kota
Ø  Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.

Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti: (i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam; (ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan; (iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi; (iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.

6.      5 unsur lingkungan perkotaan
o   Wisma : unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan 
a. dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang
b. memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
o   Karya : unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
o   Marga : unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
o   Suka : unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
o   Penyempurna : unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.


Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
masyarakat-pekotaan-dan-masyarakat-pedesaan.pdf
http://celoteh-galang.blogspot.com/2012/11/masyarakat-pedesaan-masyarakat-perkotaan.html
http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/06/hubungan-desa-kota-hubungan-pedesaan.html