Senin, 05 Januari 2015

Sejarah Jurnalistik




 SEJARAH JURNALISTIK DI DUNIA DAN DI INDONESIA




Awal  mulanya muncul jurnalistik dapat diketahui dari berbagai literatur tentang sejarah jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna” pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM). “Acta Diurna”, yakni papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.Sebenarnya, Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi. Saat itu, atas peritah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals”, yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumah. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya. Saat berkuasa, Julius Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna”. Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum. Berita di “Acta Diurna” kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii”, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna” itu setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan. Dari kata “Acta Diurna” inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal” dalam Bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari.” Diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal” yang berarti “hari”, “catatan harian”, atau “laporan”. Dari kata “Diurnarii” muncul kata “Diurnalis” dan “Journalist” (wartawan).


Dalam sejarah Islam, seperti dikutip Kustadi Suhandang (2004), cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang saleh, dan segala macam hewan.
Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung dara hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada seluruh penumpang kapal.
Atas dasar fakta tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) pertama kali di dunia. Kapal Nabi Nuh pun disebut sebagai kantor berita pertama di dunia.

SEJARAH PENEMUAN KERTAS


  • Versi mesir


Peradaban Mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur tengah sampai Romawi di Laut tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa inggris, papier dalam Bahasa Belanda, bahasa jerman, bahasa perancis misalnya atau papel dalam bahasa spanyol yang berarti kertas.
Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada tahun 101 masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.
Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Talas pada tahun 751 Masehi di mana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Bagdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India, lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.


  • Versi Cina

Selama berabad-abad, kertas menjadi salah satu benda yang tak terpisahkan dari pencatatan sejarah dunia. Namun tahukah Anda siapa yang pertama kali menemukan kertas? Sebelum kertas ditemukan, orang kuno menggunakan beragam material untuk mencatat sesuatu. Orang Mesir kuno menuliskan catatan di batang pohon, di piringan tanah oleh orang Mesopotamia, di kulit domba oleh orang eropa dan yang lainnya. Terinspirasi dari proses penggulungan sutra, orang China kuno berhasil menemukan bahan seperti kertas yang disebut 'bo' yang terbuat dari sutra. Namun produksi bo sangatlah mahal karena kelangkaan bahan. Pada awal abad ke dua, pejabat pengadilan bernama Cai Lun berhasil menemukan kertas jenis baru yang terbuat dari kulit kayu, kain, batang gandum dan yang lainnya. Kertas jenis ini relatif murah, ringan, tipis, tahan lama dan lebih cocok untuk digunakan dengan kuas. Pada awal abad ke tiga, proses pembuatan kertas pertama ini menyebar ke wilayah Korea dan kemudian mencapai Jepang. kertas jenis ini merambah negeri Arab pada masa Dinasti Tang dan mulai menyentuh Eropa pada abad ke 12. Pada abad ke 16, kertas mencapai wilayah Amerika dan secara bertahap menyebar ke seluruh dunia. 

Sejarah Penemuan Mesin Cetak

Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg lahir di kota Mainz sekitar 1398, Jerman, tercatat sebagai seorang penemu mesin cetak pertama kali, putra bungsu dari pedagang kelas atas Friele Gensfleisch zur Laden, dari istri keduanya Else Wyrich. Menurut beberapa laporan Friele adalah seorang tukang emas untuk uskup di Mainz, namun kemungkinan besar ia juga melakukan perdagangan kain sebagai sumber penghasilannya. Tahun kelahiran Gutenberg tidak diketahui persis namun kemungkinan besar sekitar 1398.

Ia menerima latihan awal sebagai seorang tukang emas. Pada tahun 1411, terjadi pemberontakan di Mainz, sehingga dia harus pindah ke Strasbourg dan tinggal di sana selama 20 tahun. Di Strasbourg, beliau menyarai hidupnya dengan membuat barangan logam. Gutenberg menghasilkan hiasan kecil bercermin untuk dijual kepada pelawat ugama Kristian. Dia kemudiannya pulang ke Mainz dan bekerja sebagai seorang tukang emas.

Idea Gutenberg yang terpenting tercetus ketika dia bekerja sebagai tukang emas di Mainz. Dia mendapat buah fikiran untuk menghasilkan surat pengampunan dengan membentuk cop huruf untuk mencetak surat pengampunan dengan banyak agar dia boleh mendapat banyak wang untuk membayar hutang-hutangnya ketika dia bekerja sebagai tukang logam dahulu. Pada masa itu buku dan surat ditulis dengan tulisan skrip gotik dengan tangan dan mengandungi banyak kesalahan ketika penyalinan serta lambat.

Oleh itu, Gutenbert mula membuat acuan huruf logam dengan menggunakan timah hitam untuk membentuk huruf skrip gotik. Pada permulaannya Gutenberg terpaksa menghasilkan hampir 300 bentuk huruf untuk meniru bentuk tulisan tangan yang bersambung-sambung. Setelah itu Gutenberg mereka mesin cetak yang bergerak untuk mencetak. Mesin cetak bergerak inilah sumbangan terbesar Gutenberg. Setelah menyempurnakan mesin cetak bergeraknya, Gutenberg mula mencetak beribu-ribu surat pengampunan yang disalah gunakan oleh Gereja Katolik untuk mendapatkan uang. Penyalah-gunaan ini merupakan punca timbulnya bantahan daripada sesetengah pihak seperti Martin Luther.

Pada tahun 1452, Gutenberg mendapatkan pinjaman wang daripada Johann Fust untuk memulakan projek pencetakan biblenya yang terkenal. Bagaimanapun Gutenberg telah dipecat daripada menguruskan pencetakan Bibal itu sebelum ianya disiapkan sepenuhnya disebabkan Gutenberg dituduh mencetak surat pengampunan, kalender dan buku bacaan ringan sebagai aktiviti sampingan. Bagaimanapun Bible yang terhasil masih dikenali sebagai Bible Gutenberg yang mengandungi 42 baris setiap muka disiapkan pada 15 August 1456 dan dianggap sebagai buku bercetak tertua di dunia barat. Dua ratus jilid salinan Bible Gutenberg telah cetak, sebahagian kecilnya (lebih kurang 50) dicetak di atas kulit lembu muda (velum). Bible Gutenberg yang cantik dan mahal itu dijual pada harga setimpal dengan tiga tahun gaji seorang kerani biasa. Ia dijual di Pameran Buku Franfurt pada tahun 1456. Secara kasar hampir 1/4 Bible Gutenberg masih wujud sekarang.

Selain menjadi peneroka bidang percetakan, Gutenberg juga mencipta bahan sampingan percetakan seperti dakwat dan cop huruf. Dakwat yang digunakan merupakan campuran minyak, tembaga, dan timah hitam masih kekal warnanya. Ianya adalah berlainan daripada dakwat tulisan biasa kerana dakwat percetakan adalah lebih pekat dan likat. Gutenberg juga telah menyempurnakan campuran logam untuk membentuk cop huruf dengan gabungan timah hitam, antimoni dan timah yang masih kekal digunakan sehingga abad ke 20.

Gutenberg juga dipercayai mula bekerja untuk menyiapkan Ensiklopedia Catholicon of Johannes de Janua, setebal 748 muka dengan 2 ruangan setiap muka dan 66 baris setiap satu ruangan. Pada akhir hayatnya dia diterima sebagai pengiring (courtier) kepada uskup besar Mainz. Pada tahun 1468 Gutenberg meninggal dan ditanam di gereja Franciscan, Mainz.

SEJARAH  TERBITNYA KORAN TAHUN 1609

Terbitnya koran-koran di Eropa di awali dengan temuan mesin cetak Johann Gutenberg pada pertengahan abad XV yang memudahkan proses produksi. Awalnya lembar berita yang terbit tidak teratur dan memuat cuma satu peristiwa, kemudian berevolusi dengan terbit teratur seperti yang dilakukan mingguan Avisa Relation oder Zeitung, sejak 1609 di Strasbourg, jerman. Rupanya awal XVII menjadi abad penting lahirnya banyak koran di Eropa. Tapi, mingguan Frankfurter Journal (1615) yang dikelola Egenolph Emmel di Frankfrut, Jerman, umum dipandang sebagai koran pertama di dunia. Sampai kemudian lahir Leipziger Zeitung (1660) juga di Jerman, yang mula-mula mingguan, kemudian menjadi harian, Inilah koran harian pertama di dunia.
Tak lama kemudian Inggris menyusul, diawali oleh The London Gazette (1665) yang masih koran berkala. Inggris mengenal koran hariannya yang pertama dengan terbitnya The London Daily Courant (1702). The Times koran Inggris yang terbit sejak abad XVII hingga kini pertama kali memakai sistem cetak rotasi. Penemuan telegram dan jaringan kabel internasional di pertengahan 1800-an membuat wartawan bisa lebih cepat meliputi dari berbagai kawasan dunia.
Di Indonesia, koran sudah ada sejak tahun 1744, saat pemerintahan Gubjen Van Imhoff,yaitu Bataviasche Nouvelles. Sayang umurnya cuma dua tahun. pada 1776, di jakarta terbit Vendu Nieus, yang memuat segala macam barang lelangan, mulai perabotan rumah tangga hingga budak. Mingguan ini berhenti terbit karena Gubjen Daendeles mengambil alih percetakan.
Deandels kemudian menerbitkan Bataviascche Koloniale Courant (1810) yang juga berumur pendek, karena Belanda harus menyingkir demi Inggris, Inggris pun melihat perlunya koran, sehingga lahirlah Java Government Gazette, sebagai corong pemerintah. Saat Belanda kembali berkuasa, koran itu diubah jadi Bataviasche Courant (1816), lalu Javasche Courant (1827). Tahun 1942, Belanda menyingkir karena Jepang datang. Koran yang sama di ambil alih pemerintah baru yang mengubahnya menjadi Ken Po, artinya berita pemerintah.
Bagaimana dengan pemrakarsa swasta? Tahun 1849 datang wartawan Belanda, W. Bruining, yang dua tahun kemudian berhasil menerbitkan Batavia Advertentieblad. Selain Jakarta, di kota lain Surabaya, Semarang, Pasuruan, Padang, Medan, Palembang dan Makassar juga terbit koran.
Tapi sejak kapan pribumi Indonesia punya koran sendiri? Tahun 1854 di Weltevreden (Gambir), Jakarta, muncul majalah Bianglala dari pihak Zanding, Mingguan bahasa Jawa Bromartani terbit pertama tahun 29 Maret 1855. Entah kenapa, Van der Muelen dalam de Courant Stijhoff (Leiden 1885), menyebut prakarsa itu baru munvul tahun 1856, ketika terbit Soerat Kabar Bahasa Melajoe di Surabaya. Sejak itu banyak terbit koran Melayu, yang masih dikelola oleh orang belanda asli atau peranakan.
Tahun 1904 pers Indonesia bangkit, saat raden Mas Djokomono dengan akte notaris Simon Mendirikan NV Javaansche Boekhandel & Drukkerij en handel in Schrijfbehoeften Medan Prijaji di Bandung, diikuti dengan terbitnya mingguan Medan Prijaji (1907), yang pada 1910 menjadi harian. Saat itu untuk kedua kalinya bangsa Indonesia punya koran sendiri. Karena, sebenarnya koran pertama di Indonesia adalah Warta Berita. Warta Berita diterbitkan perdana pada tahun 1901, inilah pertama kalinya Indonesia mulai bangkit dari siksaan para penjajah walaupun saat itu pers sangatlah dikekang dan dibatasi.

Pulitzer award

Penghargaan Pulitzer (bahasa Inggris: Pulitzer Prize) adalah penghargaan yang dianggap tertinggi dalam bidang jurnalistik di Amerika Serikat. Selain sastra, penghargaan ini juga diberikan untuk pencapaian dalam bidang fotografi dan gubahan musik. Hanya laporan yang diterbitkan dan foto-foto hasil karya surat kabar atau organisasi berita harian yang berbasis di Amerika Serikat saja yang berhak menerima penghargaan jurnalistik ini. Penerima penghargaan ini dipilih oleh sebuah badan independen yang secara resmi diatur oleh Columbia University Graduate School of Journalism (Sekolah Jurnalisme Universitas Columbia) di Amerika Serikat. Adalah suatu kehormatan besar jika sebuah surat kabar berhasil memenangkan Penghargaan Pulitzer. Surat kabar yang tercatat memperoleh Pulitzer terbanyak ialah New York Times, dengan 95 penghargaan hingga tahun 2007 lalu. Penghargaan ini dinamakan sesuai dengan pemrakarsa teknik ‘jurnalisme baru’ untuk surat kabar di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Joseph Pulitzer. Joseph Pulitzer lahir tanggal 10 April 1847 di Makó, Hungaria. Awalnya ia meniti karier sebagai seorang tentara di Kerajaan Austria. Namun tak lama setelahnya ia diberhentikan karena masalah kesehatan. Pulitzer kemudian beremigrasi ke AS pada 1884 dan menjadi anggota ketentaraan yang berdinas dalam Perang Sipil Amerika (1861-1865).
Pada 1872, Pulitzer membeli surat kabar Post seharga USD 3.000 dan setahun kemudian ia menjual surat kabar itu dengan harga berlipat. Pada 1879, ia membeli surat kabar St. Louis Dispatch dan St. Louis Post yang kemudian digabungkannya menjadi satu dengan nama St. Louis Post-Dispatch yang kemudian diubah namanya lagi menjadi koran St. Louis saja. Di masa inilah, Pulitzer meraih kesuksesan besar dan berhasil mengumpulkan harta kekayaannya.
Tahun 1882, Pulitzer mengakuisisi surat kabar New York World. Setelah dikelolanya, surat kabar yang semula telah mengalami defisit USD 40.000 berubah total dengan meraup untung sejumlah USD 346.000 dalam setahun. Hal ini bisa terjadi karena Pulitzer merombak habis-habisan arah pemberitaan surat kabar tersebut. Pulitzer mengisi New York World dengan sajian-sajian berita human-interest, skandal, gosip dan berita-berita sensasional lainnya di mana pada masa itu gebrakan ini belum dilakukan oleh media-media lain. Di bawah Pulitzer, koran menjadi media jurnalisme investigatif ampuh dan memberi kontribusi terhadap pelayanan publik melalui berbagai kampanye publik.
Tahun 1892, Joseph Pulitzer menawarkan uang sejumlah USD 2 juta ke Universitas Columbia, AS untuk mendirikan sekolah jurnalis pertama. Awalnya, tawaran itu ditolak pihak universitas karena menganggap Pulitzer mungkin punya motif tertentu. Akan tetapi setelah terjadi pergantian pimpinan universitas, barulah tawaran itu mulai dipertimbangkan. Namun pendirian sekolah jurnalisme ini baru benar-benar direalisasikan pada tahun 1912 setelah Pulitzer meninggal dunia. Joseph Pulitzer meninggal tahun 1911 di atas kapal pesiar peristirahatannya yang sedang berlabuh di Charleston, South Carolina. Ia kemudian dimakamkan di Bronx, New York.

Sejarah Jurnalistik di Indonesia

Perkembangan sejarah Jurnalistik di Indonesia telah dimulai sejak  zaman pemerintahan belanda.pada zaman pemerintahan belanda,dibentuk persatuan jurnalistik yang dikenal dengan nama Pers Kolonial,organisasi ini di bentuk oleh para colonial dan terus berkembang hingga abad ke 20.pada masa itu terbitlah surat-surat kabar yang ditulis guna membela kaum kolonialis.salah satu surat kabar yang beredar saat itu yakni Bataviasche nouvellesd.disamping itu orang-orang keturunan thionghoa juga  menggunakan surat kabar sebagai alat pemersatu keturunan thionghoa yang berada di Indonesia.surat-surat kabar yang terbit pada era kolonial  ini menggunakan bahasa Belanda,Cina dan Jawa.

Di zaman pergerakan surat-surat kabar juga diterbitkan sebagai alat perjuangan seperti.perkembangan di dunia jurnalistik saat itu menjadi pendorong bangsa Indonesia dalam memperbaiki nasib dan kedudukan bangsa.harian  yang terbit pada zaman itu antara lain harian Sedio Tomo yang adalah kelanjutan dari Budi Oetomo di yogjakarta tahun 1920,harian Darmo Kondo di solo,harian utusan india yang terbit di Surabaya dan masih banyak lagi.

Beralih ke masa penjajahan Jepang,pers Indonesia mengalami kemajuan dalam hal teknis namun pada masa ini,surat izin penerbitan mulai diberlakukan.surat-surat kabar yang diterbitkan dalam bahasa  Belanda banyak yang dimusnahkan.penerbitan surat-surat kabar pun mulai ketat dibawa pengawasan Jepang.surat-surat kabar yang terbit pada masa ini antara lain Asia raya(Jakarta), Sinar Baru(Semarang),Suara Asia(Surabaya),Tjahaya(Bandung).

Walaupun pengawasan jepang yang begitu ketat dan mengekang namun ada pelajaran-pelajaran berharga untuk dunia jurnalistik Indonesia.pengalaman karyawan-karyawan pers di Indonesia bertambah,Rakyat semakin  kritis dalam menanggapi informasi-informasi yang beredar,meluasnya penggunaan bahasa Indonesia.
Namun di era Revolusi(1945-1949) situasipun berubah, perang perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan untuk menentang Belanda masuk lagi ke Indonesia.hal ini berpengaruh pada perkembangan  Jurnalistik Indonesia.pers dibagi kedalam 2 kelompok yakni pers Nica(Belanda) dan pers Republik (Indonesia)

Pada masa orde lama,kebebasan pers mengalami penekanan karena berkaitan vdengan keputusan yang tercantum pada UUD 1945 yang menjamin kebebasan berpikir,menyatakan pendapat dan memperoleh penghasilan.hal ini diawalai dengan adanya penegasan dari muda malady yang menyartakan bahwa “langkah-langkah tegas akan dilakukan terhadap surat-surat kabar,mmajalah-majalah dan kantor-kantor berita yang tidak menaati peraturan yang diperlukan dalam usaha menerbitakan pers nasional”.
Pada era demokrasi pancasila Pemerintah Orde Baru sangat menekankan pentingnya pemahaman tentang pers pancasila. Dalam rumusan Sidang Pleno XXV Dewan Pers (Desember 1984), pers pancasila adalah pers Indonesia dalam arti pers yang orientasi, sikap dan tingkab lakunya didasarkan nilai-nilai pancasila dan UUD’45 Hakikat pers pancasila adalah pers yang sehat, yakni pers yang bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, penyalur aspirasi rakyat dan kontrol sosial yang konstruktif.

Pers dimata negara memiliki peranan sebagai pendorong kesatuan nasional dan pembangunan sambil menrapkan system perijinan. Pemerintah juga tidak menjamin dengn tegas kebebasan pers di Indoensia, hal ini terbukti dengan kontrol ketat pemerintah dengan mendirikan dewan pers dan PWI
Dalam pemerintahan Orde Baru  ada tiga macam cara yang digunakan wartawan untuk menghindari peringatan dan atau pembredeilan dari pemrintah, yakni eufimisme, jurnalisme rekaman dan jurnalisme amplop.
Teknik eufeumisme adalah teknik mengungkapkan fakta secara tersirat bukan tersurat. Fakta dalam sebuah berita berbahaya oleh karena itu ditup oleh pers dengan menggunakan ungkapan yang sopan.
Jurnalisme rekaman adalah budaya wartawan untuk menyalin berita-berita setepat-tepatnya dari sumber berita tanpa mengolahnya sehingga membuat sebagian besar karyawan per mals.
Jurnalisme amplop adalah budaya pemberian amplop bagi wartawan oleh sumber berita. Meskipun pemberian ini dikecam dan berusah dihindari namun pada prakteknya tetap saja terjadi.



Sources
http://homework-uin.blogspot.com/2009/12/sejarah-jurnalistik.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas
http://penemu-terkenal.blogspot.sg/2011/09/penemu-mesin-cetak-johannes-gutenberg.html
http://sejarah.kompasiana.com/2013/03/19/sejarah-koran-dunia-538609.html
http://blog.lendabook.co/2014/11/05/sejarah-pulitzer-prize-penghargaan-tertinggi-dalam-bidang-jurnalistik/
http://anggelinasinta.blogspot.com/2012/11/sejarah-dan-perkembangan-jurnalistik-di.html

  

 


 

Minggu, 04 Januari 2015

5 year later

apa yang akan saya lakukan 5 tahun kedepan



Masa depan adalah hal yang paling misterius bagi semua orang, beberapa orang pasti ada yang berpikir akan menjadi apa kelak nanti. Masa depan adalah hal yang paling tidak bisa di prediksi atau diramal, masa depan memang misterius akan tetapi kita bisa membuat ke misteriusan itu pudar dengan belajar, bekerja keras, berdoa dan memiliki cita-cita. Jika kita bisa melakukan semua itu dengan rajin dan tekun maka masa depan tidak akan menjadi misteri dan akan berubah menjadi keyataan 100%.

  •  Target saya yang pertama dan yang paling utama sebagai mahasiswa adalah dapat  lulus di usia 23 tahun dan mendapatkan IPK yang memuaskan
  • setelah lulus kuliah saya ingin bekerja sebagai travel guide atau penerjemah dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya.
  • menjelang usia yang ke 25 tahun saya ingin membuat rumah saya sendiri dan membuat sebuah perumahan
  • dan di usia yang ke 26 saya akan menikah
 
Masa depan adalah hal yang paling dinantikan oleh semua orang dan tergantung dari diri kita sendiri apakah akan manis atau pahit masa depan kita nanti.



Minggu, 02 November 2014

jurnalistik 5


Komputer & Tablet Murah untuk Guru Indonesia







Jakarta - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bekerja sama dengan Spektra dan Intel menghadirkan program komputer dan tablet khusus untuk anggota PGRI melalui bernama PIRANDU GURU (Piranti Edukasi untuk Guru) yang diluncurkan pertama kali di Semarang, dan akan menyusul kota-kota lain di Indonesia.

Ketua Umum PB PGRI, Sulistiyo mengemukakan, sebagai organisasi profesi guru di Indonesia, PGRI ingin memberikan manfaat bagi anggotanya. Salah satu caranya dengan menyediakan akses berupa produk teknologi terbaru, sebagai alat bantu utama menuju pembelajaran abad 21 yang saat ini menjadi standar dunia.

“Kami bekerja sama dengan Spektra dan Intel, menghadirkan program komputer dan tablet khusus untuk anggota PGRI dengan harga terjangkau, skema pembiayaan ringan dan langsung disetujui," ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima detikINET, Jumat (12/9/2014).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Astra Multi Finance (Spektra), Darwan Tirtayasa menambahkan, sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia, Spektra menyambut baik kolaborasi dengan PGRI dan Intel.

“Kami memiliki komitmen yang tidak berbeda dengan PGRI dan Intel, menjadikan komputer semakin mudah diakses dan terjangkau untuk guru di seluruh Indonesia, dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” tuturnya.

Anggota PGRI akan memiliki pilihan jenis komputer dan tablet yang disediakan oleh Acer, Asus, Lenovo, dan SpeedUp sebagai mitra penyedia perangkat keras sedangkan untuk sistem operasi didukung oleh Microsoft sebagai mitra perangkat lunak.

Sedangkan Marketing Direktur Intel Indonesia Corporation, Hermawan Sutanto menyatakan, Intel memiliki komitmen untuk membantu Indonesia meningkatkan daya saing dengan memperluas akses teknologi komputasi terutama untuk guru-guru di Indonesia.

"Ini merupakan komitmen jangka panjang kami untuk membantu teknologi terbaru Intel lebih mudah di akses dan terjangkau di seluruh Indonesia,” kata Hermawan.


Source : inet.detik.com

memang pada zaman ini teknologi dan dunia pendidikan sudah tidak dapat dipisahkan dan mungkin sudah bisa di bilang sebagai partner dalam memenuhi kebutuhan diantara dunia pendidikan dan teknologi, menurut saya gadget murah adalah hal yang sangat tepat untuk membantu para guru meningkatkan kualitas bersaing di abad 21.

Minggu, 26 Oktober 2014

jurnalistik 4



Uniknya perayaan tahun baru islam

 
(25/10/2014) umat muslim baru saja merayakan tahun baru islam (1 muharram 1436 H) banyak dari kita khususnya umat muslim yang menantikan hari-hari ini khususnya saya, pada tahun baru islam banyak dari masyarakat di indonesia yang merayakannya dengan pawai pada malam hari membawa obor dan berkeliling kampung/kota, memang itu adalah salah satu budaya di indonesia yang sangat khas pada saat memperingati tahun baru islam. pada hari sabtu (25/10/2014) tepatnya di kampung bulak dimana saya tinggal ada suatu perayaan yang sangat unik pada saat menyambut tahun baru islam, sekedar info bagi yang tidak tahu dimana letak kampung bulak berada, kampung bulak terletak di bekasi kecamatan jatiasih, saya tahu apa yang anda pikirkan setelah mendengar kata "bekasi", ya memang saat ini bekasi sedang di bully di social media karena bekasi terasa sangat jauh, panas, berdebu, jalannya rusak dan parahnya terletak di sebelah planet bumi. saya yang tinggal di bekasi biasa-biasa saja. kembali ke tahun baru islam, nah di kampung bulak ini perayaan tahun baru islam sangatlah unik, masyarakat disini merayakan tahun baru islam dengan pawai menggunakan sepeda dan becak yang sudah di hias layaknya lomba 17 agustus. "memang setiap tahun kita mengadakan pawai seperti ini untuk memperingati tahun baru islam", terang pak supri salah satu satu warga kampung bulak. memang saya lihat pawai ini membuat kemacetan satu kampung, akan tetapi warga sekitar terlihat antusias akan pawai tersebut dan terlihat sangat senang.


Minggu, 19 Oktober 2014

jurnalistik 3


Windows 8 loncat ke Windows 10, ini alasannya



Baru-baru ini microsoft perusahaan raksasa software terbesar di dunia ini mengeluarkan operating system terbaru mereka yang diberi nama kode threshold, operating system besutan microsoft ini diberi nama windows 10 penerus dari adiknya yaitu windows 8/8.1, OS terbaru ini dikabarkan akan berjalan di semua device seperti pc, laptop, tablet dan smartphone yang berbasis windows. akan tetapi mengapa OS terbaru ini dinamakan windows 10 bukannya windows 9.

Terry Myerson selaku wakil presiden eksekutif sistem operasi Microsoft mengatakan bahwa alasan dia menamai windows 10 dan bukannya windows 9, dikarenakan tidak pas jika disebut windows 9, Terry Myerson juga mengatakan bahwa timnya sempat ingin memberi nama windows one (1) akan tetapi berhubung windows one sudah dirilis maka mereka menamainya windows 10 dan Terry Myerson mengatakan bahwa penamaan windows 10 karena microsoft ingin menunjukan kepada consumer keseriusan mereka dalam memberikan perubahan terhadap operating system tersebut.

Windows 10 sudah bisa di download akan tetapi masih tahap technical preview, versi technical preview hanya di anjurkan untuk para develepor dikarenakan operating system tersebut masih dalam tahap pengembangan dan terdapat banyak bug. tetapi anda juga dapat mendownload dan menginstal operating system tersebut, akan tetapi resiko ditanggung anda sendiri jika perangkat anda mengalami error atau semacamnya wajar saja karena operating system tersebut masih berstatus technical preview, lebih baik jika kita menunggu versi finalnya. microsoft memperkirakan windows 10 versi final akan dirilis pada bulan april 2015, akan tetapi itu baru spekulasi semata.

 

Minggu, 12 Oktober 2014

softskill

Nanggroe aceh darussalam

Aceh was first known as Aceh Darussalam (1511-1959), and then later as The Daerah istimewa aceh (1959-2001), Nanggroe aceh darussalam (2001-2009), the last Aceh (2009-present). Nanggroe aceh darussalam is located at the western end of indonesia. its capital is banda aceh, The population of the province is about 4,500,000 people, Aceh is considered as the start of the spread of Islam in Indonesia and plays an important role in the spread of Islam in Southeast Asia. in the early seventeenth century the sultanate aceh was the most wealthy, powerfull and luxurious state in the malaka straits. and the percentage of Muslim population is the highest in Indonesia and they live based on the Islamic sharia. Aceh has a lot of naural resources such as oil and natural gas. in the preshistoric times aceh was already inhabited in Mesolithic times, this has been proven by the bukit kerang site that claimed to be the relic in the 

bukit kerang (kec.juruan muda)

district of Aceh Tamiang and there is also other evidence with the discovery of artifacts from the Mesolithic era such sumatralith axe, fragments of human teeth, rhinoceros bones, and a few other simple equipment and these discovery was called desa pangkalan site, and another discovery was found in the highland gayo, precisely in the ceruk mendale and ceruk ujung karang. from these discovery has been clearly proves that the existence of prehistoric human which lasted approximately 7.400 until 5.000 years ago.




Source :
http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh#Jaman_prasejarah

pics source :
www.google.com

Jumat, 03 Oktober 2014

tugas jurnalistik

contoh feature

Selfian di Curuk Cimahi

Rifki kanijaya (nomer 32)
12 Desember 2013 adalah dimana saya dan teman-teman saya berkunjung ke Curug Cimahi yang berlokasi di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua Bandung Jawa barat. sesampainya disana kami harus menuruni ratusan anak tangga yang sangat membuat energi terkuras habis, tak menyiakan moment-moment kamipun mengambil banyak foto pada saat kami menuruni anak tangga. Rifki Kanijaya salah satu teman saya langsung berpose dengan tidak melihat ke arah kamera, ''biar keren aja" terang rifki ketika ditanya, entahlah maksud dia apa dengan berpose seperti itu hanya dia yang tahu. 20 menit berlalu dan pada akhirnya kita sampai di bawah, "ahhh kaki aku gemeter" keluh fadhila sintana setelah menuruni anak tangga yang panjang tak karuan, kami memutuskan untuk istirahat sebentar sambil menikmati keindahan Curug Cimahi.


Paisal Adamsyah (handukan)
Setelah 10 menit kami beristirahat dan tak basa basi lagi kami langsung melepas baju dan nyebur, tak disangka airnya sangatlah dingin dan banyak dari kami yang naik ketepian, contohnya teman saya paisal adamsyah dia tidak kuat berlama lama berendam disana, "air nya dingin banget sumpah" terangnya sambil menggigil, paisal pun naik ketepian dan memakai handuk sambil selfian yang di ikuti ferdy shaleh dibelakang yang entah sedang melihat apa.